Thursday, February 2, 2017

wisata gua maria ambarawa

Tempat wisata yang satu ini adalah wisata religi yang ada di Kota Ambarawa untuk umat Nasrani. Memiliki taman yang indah dan di sini anda juga dapat menikmati wisata alam yang membuat tubuh jadi segar kembali.
Bagi umat nasrani tempat wisata ini menjadi wajib untuk dikunjungi dalam list liburan. Karena selain beribadah dapat sekaligus berlibur, terlebih jika datang bersama keluarga maupun teman. Anak-anak pun tentunya akan senang karena pemandangan dan taman di sekitar yang indah menjadi nilai tambah wisata gua maria ini. Tempat wisata ini akan sangat ramai sekali saat musim liburan dan hari peringatan bagi umat nasrani.

Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) atau yang dikenal dengan Gua Kerep bukanlah nama yang asing lagi di telinga umat Katolik Keuskupan Agung Semarang (KAS). Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, nama Gua Kerep juga mulai diakrabi oleh umat dari berbagai keuskupan di Indonesia. Lokasinya cukup strategis, tak jauh dari jalan raya Semarang - Magelang, yakni di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dari arah Semarang,

 GMKA cuma berjarak 900 meter dari jalan raya Semarang. Bagi peziarah yang baru pertama kali berkunjung ke gua ini, cukup mengikuti petunjuk papan nama yang berada di seberang jalan depan Terminal Ambarawa. Atau tepatnya di sebelah kanan SD Pangudi Luhur Ambarawa atau sebelah Timur SMP Pangudi Luhur Ambarawa kemudia ke arah utara Hawa sejuk dan pesona alam yang menawan selalu menyambut setiap kehadiran peziarah.

 Hamparan hijau sawah serta pepohonan di kaki Gunung Ungaran terasa begitu ramah dalam mengantarkan setiap hati menuju alam surgawi Gua Maria Kerep Ambarawa. Gemericik air di parit dan nyanyian burung memberi pesona tersendiri dan memberi suguhan alam sebelum memasuki kedamaian GMKA. Keberadaan kios-kios souvenir seakan tak mampu menembus kedamaian dan ketenangan area Gua Maria Kerep Ambarawa.

 Hening, hening, dan hening. Itulah yang dialami oleh setiap hati peziarah. Untuk bisa sampai ke kompleks GMKA, ada beberapa sarana yang bisa dipergunakan oleh para peziarah. Peziarah bisa menggunakan mobil atau motor; angkutan desa, andong (delman), atau bisa meminta bantuan jasa dari para tukang ojek. Bus besar hanya bisa sampai di Terminal Ambarawa, dari terminal, peziarah bisa mencapainya dengan berjalan kaki. Selain tak terlalu jauh, dengan berjalan kaki akan terasa lebih khidmad sembari melakukan tirakat atau mati raga.

 Bus 3/4 bisa masuk ke area parkir GMKA. Setelah lebih dari setengah abad berdiri, kini GMKA tak pernah sepi dari para peziarah. Nyaris setiap saat dari pagi hingga malam, selalu saja didatangi peziarah sekalipun di luar Bulan Maria yang jatuh pada Bulan Mei dan Oktober. Berbagai doa dan harapan didaraskan peziarah di tempat ini. Selain itu, tak sedikit pula yang sekadar berucap syukur atas terkabulnya permohonan. Ada pula yang datang cuma sekadar untk mencari ketengan batin. GMKA rupanya tak hanya dikunjungi oleh orang Katolik. Pemeluk agama dan kepercayaan lain pun turut menimba ketenangan dan kedamaian hati disini. Kebanyakan dari mereka akhirnya mengakui bahwa ada keheningan tersendiri di kompleks GMKA.


Gua Maria Kerep(GMK) yang berada di Ambarawa, merupakan gua Maria terpopuler di Jawa Tengah selain goa Gua Maria Sriningsih di Kabupaten Klaten Jawa Tengah dan Gua Maria Ratu Kenya Platarejo di Wonogiri. GMK didirikan tahun 1954 lahir dengan sejarah sederhana yang tidak berdasarkan suatu penampakan. Lokasinya terletak di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Pajang, Ambarawa yang berjarak sekitar 500 m dari Terminal Ambarawa serta dapat ditempuh dengan kendaraan beroda dua dan empat.

Menyusuri Desa Pajang dengan pemandangan sawah dan rumah-rumah sederhana warga Ambarawa yang letaknya jauh dari hingar bingar kota menjadikan tempat ini cukup tenang dan damai.  Pemandangan Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, dan Danau Rawa Pening yang dapat terlihat dari tempat ini rupanya tak cukup membuat GMK menjadi tempat peribadatan bagi umat Katolik saja tetapi menjadi kunjungan wisata  umat beragama lain yang ingin merasakan sejuknya udara pegunungan
Pengunjung bisa datang kapan pun untuk melakukan wisata rohani, namun lebih tepat lagi jika kunjungan peziarah  dilakukan di bulan Mei dan Oktober ketika memperingati bulan Maria.


Patung Yesus dalam gereja yang tampak  ketika berjalan pengunjung berjalan masuk menyusuri gapura utama komplek ziarah. Desain gereja yang menyesuaikan keberadaan jaman dan mengikuti trend masa kini dengan konsep terbuka dan sederhana siap menyambut peziarah untuk mengikuti misa yang diselenggarakan setiap minggu ke dua.Memasuki area perhentian jalan salib yang berupa bangunan beratap  kecil dengan relief diorama, memperkenankan peziarah mengenang perjalanan Yesus Kristus memanggul salib menuju Bukit Golgota, Yesus terjatuh, hingga saat terakhir menjelang kematianNya.

Berdoa, mengingat sengsara Yesus dan menyalakan lilin di tiap pemberhentian melengkapi pengalaman spiritual di tempat ini.Gua Maria Kerep, Ambarawa adalah sebuah lubang biasa di bawah batu buatan besar, dengan patung Bunda Maria diatasnya.  Ketenangan batin akan diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Berlutut, menyalakan lilin dan meletakkan bunga di depan gua, kemudian memanjatkan doa di depan patung Bunda Maria. Menuliskan permohonan pada secarik kertas dan memasukannya pada kotak pembakaran surat yang berada di samping gua dengan harapan Tuhan mendengarkan tiap-tiap permohonan dan doa.


Di samping kiri  gua terdapat  altar yang terbuat dari marmer putih. Disamping kanan gua terdapat air dari sumber ini dialirkan ke kran-kran yang dirancang apik menyatu dengan gua, diharapkan peziarah dalam keheningan  membasuh muka kita dan minta kepada Tuhan supaya memurnikan hati bahkan meminumnya sambil juga memohon rahmat khusus. Peziarah dipersilahkan mengambil air tersebut untuk dibawa pulang atau diberikan kepada kerabat.

Para peziarah dan pelancong juga disuguhi keindahan landscape taman yang tertata apik, gemericik mata air saat menuju area taman, hamparan rumput hijau, tanaman perdu  dan rimbunnya pepohonan dipadukan untuk menciptakan suasana asri dan nyaman. Sarat akan nilai religious, taman terdapat patung diorama peristiwa – peristiwa penting Yesus. Suasana yang teduh dan tenang kala berziarah di GMK, sembari melakukan perenungan dan menikmati ketenangan batin.Tak lengkap rasanya jika diakhir kegiatan ziarah tanpa mencicipi makanan khas dari daerah setempat.

Sate kelinci yang menjadi makanan khas daerah tersedia di pujasera yang berada pada area parker komplek ziarah. Desain pujasera yang unik dan atraktif semakin menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Makanan yang tidak kalah enaknya adalah pecel mie Mbok Kami. Dijajakan di deretan warung sederhana yang terletak di jalan masuk menuju kearah GMK dengan harga murah namun rasanya tidak murahan BACA JUGA:



wisata gua maria ambarawa

Read More

Tuesday, January 31, 2017

museum kereta api ambrawa, unik dan antik

Museum Kereta Api merupakan destinasi wisata sejarah yang berada di jawa tengah, merupakan tempat wisata bersejarah karena kita akan disuguhkan nuansa mesin-mesin kereta api zaman penjajahan kolonial belanda. Di objek wisata museum bersejarah ini kita akan di berikan pengetahuan tentang macam-macam kereta api dan benda-benda mesin lokomatif yang di museumkan karena keunikannya

Bagi sebagian traveler, wisata sejarah merupakan salah satu jenis wisata yang cukup menyenangkan, karena selain berlibur kita juga mendapatkan banyak pengetahuan mengenai sejarah zaman dahulu.

Awalnya Museum Kereta Api Ambarawa merupakan sebuah stasiun kereta zaman dahulu, namun karena sebagian jalurnya sudah tidak beroperasi lagi, jadi tempat tersebut dialih fungsikan menjadi Museum.Di kawasan Museum Kereta Api Ambarawa kita dapat menemukan banyak koleksi lokomotif uap yang pernah berjaya di zamannya, beberapa lokomotif yang cukup populer adalah lokomotif bernomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabrik Esslingen serta B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG . Kereta api uap tersebut cukup unik karena termasuk 1 dalam 3 kereta api uap bergerigi yang tersisa di dunia, dua diantarnya berada di Swiss dan India. Tak hanya itu saja, di Museum Kereta Api Ambarawa masih terdapat berbagai macam jenis lokomotif uap lainnya. Mulai dari seri B, C, D hingga jenis yang paling besar, yaitu CC (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive and Machine Works) yang terpajang di halaman Museum.

Museum Kereta Api Ambarawa Terletak di kabupaten Semarang, tepatnya di jalan Stasiun Ambarawa No. 1 Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Museum ini merupakan salah satu Tempat Obyek Wisata Jawa Tengah yang mempunyai banyak sejarah karena memiliki koleksi kereta api uap terlengkap pada zaman pemerintahan hidia-belanda. Akses menuju museum sangat mudah, jika dari arah semarang akses jalan yang harus kita lewati menuju arah Ungaran, setelah sampai di pertigaan Bawen kita menuju ke arah Jogjakarta (Belok Kanan) menuju tugu Palagan Ambarawa.

Puas melihat-lihat koleksi di Museum, kini saatnya kamu mencoba kegiatan lain yang lebih seru, yaitu Ambarawa Railway Mountain Tour atau berpetualang dengan naik kereta api uap. Jadi selain berkeliling di dalam Museum kita juga bisa berjalan-jalan menggunakan kereta api uap dengan jalur Ambarawa – Bedono pp (pulang pergi) dan Ambarawa – Tuntang pp. Atau kita juga bisa naik kereta lori dengan jalur Ambarawa – Tuntang pp, sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan pemandangan alam yang sangat cantik dengan samar-samar Gunung Merbabu yang terlihat gagah.

 Uniknya lagi, dalam perjalanan ini kita akan menggunakan jalur kereta api bergerigi yang hanya bisa ditemukan disini saja. Tour kereta api ini memiliki jarak sekitar 35 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam untuk jalur Ambarawa – Bedono, sedangkan untuk jalur Ambarawa – Tuntang hanya memiliki jarak kurang lebih 7 km saja

Puas berkeliling di Museum, sebelum pulang sempatkanlah mampir di toko-toko sekitar Museum, disitu kita bisa membeli oleh-oleh khas Museum Kereta Api Ambarawa seperti miniatur kereta dan apapun yang berhubungan dengan kereta api.

bagaimana kapan mau berwisata ke museum kereta api ambarawa?????



BACA JUGA:



museum kereta api ambrawa, unik dan antik

Read More

museum palagan ambarawa ,wisata sejarah

Monumen Palagan Ambarawa merupakan sebuah monumen untuk memperingati dan mengenang peristiwa Ambarawa yang terjadi pada tanggal 12 hingga 15 Desember tahun 1945. Pada saat itu pasukan Indonesia sempat kalah dan melarikan diri dari kota Magelang ke Ambarawa. Pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman ini namun dapat mengalahkan musuh pada akhirnya tepat pada tanggal 15 Desember. Hingga saat ini tanggal 15 Desember masih diperingati sebagai hari Infanteri Ambarawa. Monumen ini di bangun pada tahun 1973 dan baru diresmikan setahun kemudian tepatnya pada tanggal 12 Desember oleh mantan Presiden Indonesia Soeharto. Para pengunjung dapat menyaksikan beberapa gambaran peristiwa perlawanan Ambarawa pada saat itu dengan memperhatikan beberapa relief yang sengaja dibuat disana.

Monumen Palagan Ambarawa, di kawasan tersebut juga terdapat Museum Palagan Ambarawa yang menyimpan berbagai benda peninggalan masa itu. Di museum ini pengunjung dapat menemukan seragam Tentara Belanda, seragam Pasukan Jepang dan Seragam yang dikenakan oleh tentara Indonesia juga berbagai peralatan dan senjata perang yang masih tertata rapi dan terjaga dengan baik.
Monumen Palagan Ambarawa ini merupakan salah satu bangunan sebagai simbol untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Ambarawa pada tangal 12 Desember – 15 Desember 1945. Kala itu pasukan sekutu yang sudah terdesak kalah di magelang dan lari ke Ambarawa, saat itu pasukan TKR yang dipimpin oleh Kolonel Soedirman atau yang kita kenal dengan Jendral Soedirman berhasil mengalahkan tentara sekutu tersebut pada tanggal 15 Desember 1945.

Dan saat ini tanggal tersebut diperingati sebagai hari Infanteri.Monumen Palagan Ambarawa didirikan pada tahun 1973 yang telah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 15 Desember 1974. Sedangkan gambaran singkat tentang sejarah pertempuran yang terjadi di Ambarawa tersebut dapat dilihat pada relief yang berada pada bagian bawah monumen tersebut.Palagan Ambarawa juga terdapat museum sebagai tempat untuk mengabadikan sejarah. Berbagai peninggalan alat tempur peninggalan tentara Jepang dan tentara Belanda juga bisa dilihat di Museum Palagan Ambarawa.Di museum ini para pengunjung bisa melihat seragam yang dipakai tentara Belanda maupun tentara Jepang pada sat itu, bukan hanya itu saja namun para pengunjung juga bisa melihat secara langsung seragam yang dipakai oleh tentara Indonesia, senjata-senjata perang baik milik tentara Jepang, Belanda maupun Indonesia,

Helm baja, Bom Molotov yang digunakan oleh tentara-tentara indonesia, bambu runcing dan benda-benda bersejarah lainnya. Untuk ukuran yang lebih besar dan berada di luar gedung museum ambarawa para pengunjung bisa melihat beberapa tank kuno yang dipakai oleh tentara sekutu, mobil angkut personil serta beberapa meriam yang digunakan untuk melawan tentara Indonesia. Yang lebih menarik lagi, di Monumen Palagan Ambarawa para pengunjung juga bisa melihat langsung pesawat Mustang P-51 buatan Amerika yang dipakai tentara Belanda dalam perang tersebut dan berhasil ditembak jatuh di Rawa Pening.

Selain monumen yang berdiri megah, pengunjung juga bisa memasuki Museum Isdiman. Museum ini kecil dan koleksinya juga tidak banyak. Tapi cukup membuat kita merasakan aura pertempuran Palagan Ambarawa saat itu. Dipamerkan berbagai seragam tentara, senapan dan beberapa senjata anggota pasukan Republik Indonesia. Juga beberapa foto pejuang.

Benar-benar tempat wisata sejarah yang komplet, tak hanya untuk bersenang-senang menikmati liburan tapi juga untuk belajar sejarah lebih dalam, agar kita senantiasa menghargai jasa para pahlawan.

BACA JUGA:



museum palagan ambarawa ,wisata sejarah

Read More

Monday, January 30, 2017

wisata rawa pening nan indah

Rawa Peningyang berarti rawa yang bening merupakan objek wisata danau yang berlokasi di pinggir kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Jika anda merencanakan liburan bersama keluarga maka jangan segan-segan untuk datang ke Rawa Peningyang memiliki pemandangan danau yang begitu menarik dan sedap dipandang mata.

Taman Wisata Rawa Pening merupakan sebuah danau yang terhampar luas hampir 2.670 hektar yang terletak di daerah Ambarawa, keberadaannya tepat diantara jalan Raya Semarang dan Salatiga. Pesona keindahan Rawa Pening dapat kalian nikmati baik ketika pagi maupun di sore hari. Loket yang dibuka pada pukul 8.30 sampai dengan 21.00 ini akan memberikan kalian kesempatan untuk dapat berlibur dengan sensasi yang berbeda apalagi jika kalian berniat untuk berekreasi bersama keluarga Pengunjung dapat menyewa perahu yang telah banyak disediakan di dermaga danau, berkeliling danau dengan menggunakan perahu merupakan satu-satunya cara untuk pengunjung dapat menikmati keindahan danau ini secara keseluruhan. Karena dengan begitu kalian dapat melihat banyaknya tumbuhan eceng gondok, serta menikmati kegagahan dan keindahan gunung-gunung disekitar Rawa Pening.

Penduduk lokal memiliki cerita sendiri mengenai objek wisata Legenda Rawa Pening, asal rawa ini adalah dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klithing yang tidak diterima oleh penduduk di mana dia tinggal. Bekas cabuta lidi tersebut akhirnya mengeluarkan muntahan air yang mengalir dan membentuk Rawa Pening. Sayangnya, rawa ini mulai sedikit tidak terawat dan banyak ditumbuhi oleh tanaman enceng gondok. Hal ini jika tidak dibereskan maka bisa menyebabkan pendangkalan danau yang ada di rawa tersebut. Untungnya, objek wisata ini masih didatangi oleh para wisatawan lokal dan tentunya pemandangannya juga masih sangat
Berada di Rawa Pening membuat siapapun menjadi betah dan enggan untuk kembali pulang, namun di balik keelokan tempat wisata ini ternyata Rawa Pening menyimpan sebuah Legenda yang dipercaya oleh masyarakat sekitarnya. Salah seorang tokoh yang tinggal di kawasan Rawa Pening mengatakan bahwa Rawa yang terletak di antara kota Ambarawa dan salatiga ini dulunya dipercaya adalah sebuah desa bernama Malwapati. Desa tersebut terendam air luapan yang berasal dari lidi yang ditancapkan oleh Baru Kliting, yakni seekor ular yang dilahirkan oleh seorang wanita yang merupakan istri dari Ki Ajar Salokontoro, seorang sakti dari Desa Malwapati. Untuk mendapatkan pengakuan dari ayahnya, Baru Klinting diperintahkan untuk bertapa di gunung Kelengker. Setelah pertapaannya selesai Baru Klintingpun berubah wujud menjadi bocah. Ia berjalan menuju desa untuk mencari makanan. Namun warga desa Malwapati mengusirnya karena tubuhnya yang penuh luka dan bau. Kemudian Baru Klinting mendatangi seorang nenek tua bernama Nyi Lebah yang mau memberinya makan. Baru Klinting berpesan kepada Nyi Lebah supaya berlindung di lumpangnya ketika nanti terjadi banjir.

Kemudian Baru Klinting pergi. Baru Klinting pun kembali ke desa Malwapati dan membuat sebuah sayembara mencabut lidi bagi warga desa Malwapati. Namun karena tak ada yang bisa mencabut, akhirnya Baru Kilnting sendirilah yang mencabutnya. Dari cabutan lidinya itu keluarlah air yang sangat deras sehingga menggenangi desa tersebut. Dan Baru Klinting dipercaya masih hidup sebagai seekor ular penjaga Rawa Pening. Kisah legenda ini konon masih terus dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini, bahkan untuk menghormati legenda tersebut, warga sekitar masih rutin menggelar acara ritual larung sesaji setiap setahun sekali.
Hasil gambar untuk wisata rawa pening
Jangan lupa untuk membawa kamera anda dan menikmati serunya berfoto ria bersama keluarga dengan latar belakang danau Rawa Pening Semarang. Tidak hanya itu, di danau ini anda bisa memancing dan menangkap berbagai jenis ikan yang nantinya bisa dinikmati. Untuk berkeliling danau bisa menyewa perahu yang sudah disediakan sebagai fasilitas untuk para pengunjung. Di danau ini juga masih banyak nelayan-nelayan yang pergi memancing. Jika anda datang pada saat sore hari maka nikmatilah keindahan matahari terbenam yang bisa dilihat dari Desa Kesongo.

 Untuk sampai ke Desa Kesongo maka anda harus berjalan sedikit melewati pematang-pematang sampah. Namun, kelelahan anda akan terbayar ketika dapat menikmati matahari terbenam yang cocok untuk diabadikan dengan lensa kamera anda. Sebaliknya, jika anda ingin memburu pemandangan matahari terbit maka datanglah ke Bukit Cinta yang letaknya hanya berada di sisi wilayah objek wisata Rawa Pening. Di bukit ini juga terdapat banyak anak-anak muda yang sedang memadu kasih. Untuk masuk ke dalam Bukit Cinta yang ada di lokasidanau Rawa Pening pengunjung hanya perlu membayar uang masuk dengan harga yang sangat murah.

demikian info seputar wisata rawapening ambarawa,semoga bermanfaat

BACA JUGA:



wisata rawa pening nan indah

Read More

wisata kampung rawa ambarawa , semarang


Ambarawa adalah sebuah kota kecil yang terletak di Jawa Tengah. Kota yang berhawa sangat sejuk ini letaknya sangat strategis yaitu hanya berjarak sekitar 30 km dari kota Semarang. Dan berjarak sekitar 60 km dari Yogyakarta. Sedangkan kota di sekitarnya yaitu Banyubiru yang berjarak sekitar 5 km, dan Salatiga yang berjarak kurang lebih 25 km.

Kota Ambarawa juga terletak diantara beberapa gunung besar yang mengelilinginya, diantaranya gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Gajah Mungkur, dan banyak lagi bukit yang mengelilinginya. Keadaan ini telah membuat kota Ambarawa menjadi tandon air yang cukup besar bagi air yang mengalir dari pegunungan yang mengelilinginya. Inilah mengapa kemudian di Ambarawa ini terdapat pula sebuah danau alami yang cukup besar yang diberi nama rawa Pening

Sejarah kampoeng rawa Konsep dan ide membangun Kampoeng Rawa ini muncul pada 2004, saat kelompok petani dan nelayan di wilayah Rawa Pening diberi sejumlah uang senilai miliran rupiah dari Artha Prima Credit Union. petani dan nelayan tersebut diminta langsung untuk mendirikan sebuah tempat pariwisata dan kuliner sambil mereka dapat menjajakan barang-barang jualan mereka yang banyak diantaranya meliputi seni dan kerajinan yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran sekaligus ekosistem di Rawa Pening. dipilihlah Dua belas kelompok petani dan nelayan, terdiri sekitar 325 orang yang diikutkan dalam Ikatan Kampoeng Rawa tepatnya pada tanggal 4 Agustus 2012. Kelompok ini  diberi tugas untuk mengelola tempat wisata yang baru Di Ambarawa . Akhirnya kampoeng rawa dibangun pada akhir Agustus tahun 2012 terletak di sabuk hijau disekitar danau rawa pening . Kawasan tersebut dibangun dengan maksut untuk menaikkan,menyejahterakan petani dan nelayan lokal disamping mempromosikan juga ekologi danau rawa pening di wilayah tersebut. Tempat wisata tersebut populer sangat cepat , bahkan di pembukaan hari pertamanya pun langsung tembus 2000 pengunjung datang saat hari raya libur lebaran,pada pertama dibuka biaya masuk nya saat itu Rp 2500 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil , tempat tersebut banyak digunakan untuk berbagai acara pemerintahan daerah dan dari luar kota , Fasilitasnya meliputi restoran dan pondok apung, pusat kerajinan, tempat pemancingan,serta wahana bermain anak , pada hari libur, tempat ini selalu dikunjungi lebih dari ratusan pengunjung. Namun sebuah kontroversi muncul pada akhir tahun 2012 ketika dinas PSDA setempat menyatakan bahwa tempat tersebut tidak boleh dibangun di sabuk hijau dan mengkhawatirkan ekosistem di danau tersebut terganggu . perizinan kompleks ini pun akhirnya di sengketakan . Namun bupati semarang , Sudharto, telah mendukung penuh kampoeng rawa , dia menyatakan bahwa kompleks tersebut bukan hanya berpengaruh besar di kehidupan petani dan nelayan , tapi juga menghentikan permusuhan yang sudah lama akibatpenggunaan persawahan di wilayah desa bejalen ambarawa.

Kampung Rawa Ambarawa adalah sebuah kawasan Agrowisata. Di Kampung Rawa Ambarawa ini banyak sekali yang ditawarkan diantaranya adalah wisata kuliner, wisata permainan anak, wisata air, dan lain sebagainya. Dan hebatnya semua ini terpusat dalam satu area saja.

Kampung Rawa Ambarawa terletak di kota Ambarawa. Alamat lengkap Kampung Rawa Ambarawa adalah Jl. Lingkar Selatan Km.03 Ambarawa, Kab. Semarang - Jawa Tengah Telp. (0298) 6170152. Lokasi Kampung Rawa Ambarawa sangat mudah dicari.Dengan melewati Jalan Lingkar (Ring Road) Ambarawa, maka anda akan melewati tempat wisata Kampung Rawa Ambarawa yang terlihat dari jalan raya. Lokasinya dari jalan raya agak masuk ke dalam sekitar 200 meter, namun dari tepi jalan raya para pengunjung sudah disambut dengan sebuah gapura besar sebagai tanda arah.

Fasilitas Kampung Rawa Ambarawa:

1. Rumah Makan Apung - Kampung Rawa Ambarawa

Kampung Rawa Ambarawa memiliki sebuah rumah makan apung, yaitu sebuah rumah makan dengan konsep mengapung di atas air. Rumah makan apung yang ada di sini sangat istimewa, karena terletak di tengah-tengah areal persawahan yang begitu luas.Selain itu untuk masuk ke dalam rumah makan apung para pengunjung harus menyeberang air dengan menggunakan sebuah rakit. Tapi jangan khawatir, ada seorang petugas yang selalu stand by di atas rakit dan siap untuk mengantarkan para pengunjung.Rumah makan apung Kampung Rawa Ambarawa sangat cocok dikunjungi oleh keluarga. Disini memiliki menu yang juga cukup menarik, diantaranya ayam goreng/bakar, berbagai masakan ikan air tawar, dan juga aneka minuman yang semuanya memiliki harga yang sangat terjangkau oleh keluarga. Bahkan yang cukup unik rumah makan ini menyediakan minuman dari eceng gondok

2. Wisata Keluarga dan Anak-anak - Kampung Rawa Ambarawa

Selain rumah makan dengan berbagai menu khas Indonesia, Kampung Rawa Ambarawa juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas wisata untuk keluarga, khususnya anak-anak. Diantaranya adalah bebek air, becak air, becak mini, bendi, jetsky, ATV, perahu karet, perahu kayu, dan pemancingan.Bagi anak-anak yang ingin bermain juga telah tersedia kereta mini, istana balon, dll. Sedangkan bagi orang dewasa mereka bisa menikmati becak air atau bebek air yang digenjot di dalam sebuah kolam

3. Ruang Pertemuan - Kampung Rawa AmbarawaKampung Rawa Ambarawa juga memiliki sebuah tempat pertemuan bergaya joglo terbuka yang juga terapung di atas air. Dengan adanya tempat pertemuan ini maka anda dapat datang bersama keluarga atau rombongan dan mengadakan berbagai acara di sini

4. Panggung Hiburan - Kampung Rawa AmbarawaSaat ini Kampung Rawa Ambarawa juga telah memiliki sebuah panggung hiburan yang terletak di are perparkiran. Panggung terbuka ini bisa dimanfaatkan untuk acara-acara tertentu

demikian uraian tentang wisata kampung rawa ambarawa, semoga bermanfaat


 BACA JUGA:



wisata kampung rawa ambarawa , semarang

Read More

wisata candi arjuna di banjarnegara


Komplek Candi Arjuna merupakan candi Hindu tertua di Indonesia yang terdapat di kawasana Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Jawa Tengah. Kelompok Candi ini terdiri dari lima candi tersusun dua deret, deret sebelah timur terdiri dari empat bangunan candi yang semuanya menghadap ke barat yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi,Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Deret sebelah barat menghadap ke timur yaitu Candi Semar. Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada tahun 809 M masing-masing memiliki ciri khas dan keindahan tersendiri. Pada Candi-candi ini digambarkan Dewa-dewa pendamping utama Agama Hindu yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu

Mengunjungi kompleks Candi Arjuna akan membawa Anda menemukan arca yang biasanya memang menghiasi bangunan candi. Anda akan melihat ruangan kosong yang biasa digunakan untuk meletakkan arca. Sebagian besar arca yang berasal dari kompleks ini disimpan dalam Museum Kailasa, yang letaknya tidak begitu jauh dari kompleks candi. Sementara itu, sebagian yang lain sudah hilang entah kemana. Candi Arjuna yang menjadi candi utama yang terdapat di kompleks diperkirakan sebagai candi yang memiliki usia paling tua. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh raja dari Mataram Kuno.

Salah satu daerah di Jawa Tengah yang memberikan suguhan panorama yang apik adalah di Dataran Tinggi Dieng. Di sana banyak terdapat candi-candi yang kawasannya sangat luas. Diperkirakan, candi yang terdapat dalam kawasan tersebut terhitung mampu menempati area hingga 90 hektare. Sangat luas bukan? Apakah seluruh wilayah tersebut dipenuhi dengan candi-candi ? Apakah tidak ada hal menarik lain yang bisa kita jumpai? Kiranya begitulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benak Anda ketika membaca artikel ini. Nah, dari sekian banyak wilayah candi yang terdapat di wilayah tersebut hanya ada sebagian candi yang telah selesai pada tahap restorasi. Nah, salah satu candi yang terdapat dalam wilayah tersebut yang menjadi wilayah terluas adalah kompleks candi Arjuna.

Mendengar istilah kompleks candi Arjuna yang muncul di dalam benak kita adalah salah satu tokoh yang terdapat dalam pewayangan. Ya, tokoh yang digambarkan memiliki paras yang rupawan dan bagus budi pekertinya. Meninggalkan tokoh pewayangan, kompleks candi Arjuna yang terdapat di Jawa Tengah ini terdapat di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang memiliki luas kompleks sebesar 1 hektare.



Di kompleks ini terdapat lima bangunan buah candi yang terdiri atas candi Semar, Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Srikandi, dan Candi Sembadra. Selain candi Semar, keempat candi lainnya digunakan sebagai tempat peribadatan. Nah bisa Anda bayangkan betapa menariknya ketika kita berkunjung di area yang memiliki kahan yang luas ini ? Kita bisa belajar sejarah, namun tetap bisa merasakan keindahan menikmati hari libur dan suasana di sekitar kompleks candi tersebut. Jika dilihat dari bentuk candi dan ornamen yang menyertai candi tersebut, diperkirakan pembangunannya dilakukan pada masa yang berbeda-beda.


Selain kelima candi tersebut, terletak sekitar 200 meter sebelah barat dari Kompleks Candi Arjuna, terdapat Candi Setyaki. Candi Setyaki terdiri dari dua bangunan, tapi hanya satu bangunan yang berdiri – itupun tidak lengkap karena bagian atas candi belum terpasang. Sementara, satu bangunan lain hanya berupa dasar bangunan.Candi Setyaki juga merupakan candi yang dibangun untuk memuja Dewa Syiwa. Melihat relung dan gaya bangunan, 


Candi Setyaki diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan Candi Arjuna.Candi Arjuna diperkirakan dibangun lebih awal dibandingkan dengan candi-camdi yang lainnya. Sementara itu, Candi Sembadra merupakan candi yang dibangun terakhir. Candi Arjuna sangat kental akan sarat nilai kebudayaan India. Bentuk serta ornamennya pun mengikuti kebudayaan India. Dengan demikian, ketika Anda berkunjung ke tempat ini, Anda akan merasakan nuansa India yang begitu kental. Di sinilah Anda pun memiliki kesempatan untuk memperbanyak koleksi foto. Tentu saja ketika berwisata, aktivitas seperti inilah yang paling ditunggu?

demikian info seputar candi arjuna di banjarnegara jawa tengah,semoga bermanfaat
BACA JUGA:




wisata candi arjuna di banjarnegara

Read More

Friday, January 27, 2017

inilah 12 Tempat Wisata di Banjarnegara Jawa Tengah yang Paling indah

Banjarnegara sendiri berbatasan langsung dengan kota wisata Wonosobo yang terkenal dengan kawasan wisata Dieng Plateau. Kawasan Dieng Plateau sendiri secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Oleh karena itu pada pembahasan tempat wisata ini tidak dapat dilepaskan dari beberapa obyek wisata di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Baik tempat wisata dieng banjarnegara maupun Wonosobo merupakan tempat wisata yang sangat potensial dan sangat digemari para wisatawan. Berikut adalah 12 Tempat Wisata di Banjarnegara Jawa Tengah yang Paling indah.


1

Telaga Merdada Banjarnegara


Kawasan datatan tinggi dieng adalah gunung berapi besar, sehingga tidak heran bila di situ banyak ditemui kejadian alam yang bersinggungan dengan kegiatan vulkanologi.Kawasan dieng plateau juga menampilkan beragam jenis keelokan alam dan spot memukau untuk dikunjungi seperti kawah, telaga, perbukitan dan candi. Wisata Dieng Banjarnegara lainnya yang akan kita bahas adalah Telaga Merdada. Luas telaga merdada mendekati 25 hektar. Telaga ini sudah banyak memberi manfaat buat masyarakat sekeliling. Tidak cuma jadi tujuan wisata alam di Banjarnegara yang amat memukau, sasyarakat setempat juga memakai telaga ini menjadi sumber irigasi untuk menyirami lahan persawahan mereka.
Telaga merdada dieng ini mempunyai ciri tersendiri, yakni bentuknya yang menyerupai suatu cekungan bekas kaldera ledakan gunung berapi yang besar. Kemungkinan asal usul terbentuknya telaga merdada diakibatkan oleh ledakan gunung berapi yang amat dahsyat, setelah itu meninggalkan tanda cekungan yang amat besar dan jadi suatu telaga yang mengagumkan.
2

Telaga Climb Banjarnegara


Sebutan dringo didapat dari tanaman yang tumbuh dengan cara alamiah di sekeliling telaga, sehingga oleh rakyat sekitar di namakan telaga dringo. Telaga tertinggi di dataran tinggi dieng ini memiliki pemandangan yang amat memesona. Banyak pengunjung yang hadir untuk berkemah dan menikmati sejuknya udara yang berhembus bergerak dari balik ngarai. Telaga dringo ini adalah tempat wisata di banjarnegara jawa tengah yang sungguh belum banyak dikunjungi wisatawan sebab akses jalannya yang amat menanjak serta tanah bebatuan. Lagi pula untuk menuju ke wisata Banjarnegara telaga dringo juga anda wajib lagi treking selama 20 menit jalur tanah dan berbatu.
3

Kawah Candradimuka Banjarnegara


Tempat wisata alam di banjarnegara yang satu ini yaitu kawah candradimuka adalah salah satu kawah di dataran tinggi dieng yang sudah dibuka jadi obyek wisata sesudah kawah sikidang dan kawah sileri. Eksistensi kawah ini kerap dihubungkan dengan dongeng dan figur gatotkaca dalam sejarah pewayangan. Bentuk ataupun rupa kawah candradimuka memanjang dan mengikuti gerakan sungai. Kawah ini berawal dari sesar ataupun patahan yang mengeluarkan uap panas, air panas, sulfur dan lumpur. Aktivitas pemanasan berawal dari hidrotermal sisa gunung jimat yang diperkirakan tidak aktif lagi saat masa kuarter tengah. Kawah ini amat serupa dengan kawah yang terletak di candi gedong songo di lereng gunung kendalisodo.

Kawah candradimuka berdasarkan sejarah pewayangan ialah kawah yang terletak di alam khayangan. Adalah lokasi di mana gatutkaca yang merupakan anak wrekudara dan arimbi di rebus untuk mendapatkan ilmu kanuragan tingkat tinggi. Sehabis keluar dari kawah candradimuka diceritakan bila gatutkaca mempunyai otot kawat, tulang besi. Kepercayaan lain di tengah masyarakat sekitar lain yang berkembang ialah sulfur dari candradimuka dapat memulihkan penyakit kulit.
4Curug Sirawe Banjarnegara

Tempat wisata menarik di banjarnegara selanjutnya adalah Curug Sirawe. Curug Sirawe terdapat di desa bitingan, desa kepakisan, kecamatran batur, kabupaten banjarnegara, propinsi jawa tengah. Curug sirawe terletak di dataran tinggi dieng dengan mempunyai ketinggian sekitar 80m. Air yang jatuh dari curug ini menimpa bebatuan dan membuat terbentuknya kolam kecil di bawahnya. Dulu curug ini pernah jadi rebutan 2 kabupaten, banjarnegara dan batang. Pihak banjarnegara menyatakan curug sirawe menjadi asetnya sebab memang sumber mata air curug (di desa bitingan) masuk area banjarnegara. Pihak batang tidak begitu saja menyetujui tuntutan itu, sebab memang curugnya telah masuk area batang.
5

Curug Muncar Banjarnegara




Tempat wisata di banjarnegara curug muncar memiliki ketinggian kurang lebihnya sekitar 40m dan terletak pada kawasan perhutani dengan ketinggian 900 meter diatas permukaan laut. Curug muncar ini masih terbilang amat alami, belum terjamah oleh beragam teknologi manusia, sehingga keelokan pemandangan alamnya masih amat alami. Lokasi Curug Muncar ini adalah berada di lereng gunung Ragajambangan serta dengan ketinggian sekitar 1249  di atas permukaan laut.
6

Curug Pitu Banjarnegara


Curug Tujuh terletak di keminting desa, kecamatan SIGALUH, yang terletak sekitar 10 kilometer di timur laut jantung Banjarnegara. Untuk dapat tiba di lokasi kecuali diperlukan cukup upaya berat badan. Anda harus lulus 1, 5 kilometer dari jalan umum.Tapi akan, tidak akan kelelahan karena cerah sepanjang strip Anda sudah dimanjakan oleh pemandangan sekitarnya begitu menakjubkan. 
Untuk harga tiket masuk ke Pariwisata Banjarnegara tujuh air terjun sekitar 5-10 ribu.Bahkan, Anda bisa mendapatkan gratis karena tur ini adalah salah satu tempat wisata yang belum tersentuh oleh manusia, sehingga manajemen tidak terlalu serius.
7

Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas


Taman margasatwa (TRMS) Serulingmas ada 1 kilometer dari banjarnegara kota utara. Tempat wisata seruling banjarnegara emas memiliki luas sekitar 5, 3 ha.Diresmikan pada tahun 1997 oleh Jenderal (Purn) Susilo Sudarman (alm), ketika ia kepala panggilan grup kesadaran Banyumas (Serulingmas), pada tanggal 21 Agustus 1997. Pada saat yang sama ia juga menyajikan harimau sekarang berkembang biak.Lengan dibangun selama bupati Nurachmad Drs. Itulah satu-satunya taman satwa liar di wisata Jawa Tengah bagian selatan. 
Dari taman dapat diamati Serulingmas pemandangan ngarai sungai Margoagung bertemu sungai Merawu dan di bagian barat dari palet. Tidak jauh ada banjarcahyana bendungan, pemerintah membangun Hindia Belanda pada tahun 1939. Bendungan ini dibangun sifon bust bawah Merawu kali dan masih memainkan irigasi teknis. 
fasilitas rekreasi tersedia di taman margasatawa flute Selamanik emas, antara lain: kebun binatang yang cukup lengkap, kolam renang dilengkapi dengan water boom, anak-anak permainan arena, panggung pertunjukan, wisata memancing arena umum, kios souvenir, restoran, kuburan, terlalu besar sebuah Selomanik sakral, dan fasilitas umum.
8

Reservoir Dam Mrica atau Panglima Besar Jenderal Sudirman


Lokasi waduk mrica terdapat di kecamatan bawang, kabupaten banjarnegara, jawa tengah. Persisnya, sekitar 9 kilometer arah barat dari jantung kota banjarnegara dan terletak di tepi jalan besar banjarnegara – purwokerto. Dari jalan besar sedikit masuk kedalam, dicirikan dengan pintu gerbang wisata menuju waduk mrica. Waduk mrica juga dikenal masyarakat luas menjadi bendungan panglima besar jendral soedirman, yang berperan menjadi alat pembangkit listrik tenaga air ataupun PLTA. PLTA waduk mrica mereproduksi energi listrik menyentuh 184, 5 mw, untuk menyediakan keperluan daya listrik melingkupi kawasan jawa dan bali.Karena lokasinya yang bagus serta cocok untuk berfoto ria, maka waduk Mrica ini juga dikembangkan sebagaitempat wisata di Banjarnegara yang sangat bagus.

9

Surya Yudha Park Banjarnegara


Wisata air ialah satu lokasi wisata yang begitu digemari oleh sebagian pengunjung pada saat ini. Lokasi wisata yang paling memukau dengan konsep wisata kolam renang ataupun weterpark yang terdapat di kabupaten banjarnegara yakni objek wisata surya yudha park. Lokasi  wisata ini terdapat di jl. Raya karang kobar kilometer. 1 persisnya di desa rejasa kecamatan banjarnegara provinsi jawa tengah. Lokasi wisata ini ialah lokasi wisata terpadu sebab weterpark, sport center, dan hotel terdapat dalam satu lokasi itu. Lokasi wisata surya yudha park Banjarnegara jadi satu diantara lokasi wisata alternatif untuk keluarga, komunitas, perseorangan, dan institusi. Karena lokasinya yang terpadu ini maka akan sangat bagus apabila anda berkunjung ke wilayah Banjarnegara dan sekitarnya untk menginapnya di Hotel Surya Yudha Banjarnegara ini. Karena selain menginap anda juga dapat menikmati fasilitas waterboom, kolam renang dll.
Wahana weter park di lokasi wisata surya yudha park memiliki 7 kolam dengan 7 lantai kedalaman kolam yang dilengkapi dengan satu ombak buatan. Diluar itu di kolam ombak tsunami juga terdapat kolam therapy ikan yang bisanya menjadi tempat lakukan terapi kesehatan pada kaki. Untuk sebagian pengunjung yang tidak ingin berenang ataupun sebatas menemani renang keluarga ataupun kerabatnya, pengunjung dapat menggunakan waktu untuk berfoto -foto di depan replika liberty di New York ataupun patung merlion di Singapura. Di tempat wisata surya yudha banjarnegara juga memiliki lokasi sebagai olahraga rafting dengan menyusuri sungai serayu selama lebih kurang sekitaran 10 kilometer. Wisata edukasi agama juga terdapat dianatarnya wisata manasik haji dengan memiliki miniatur replika ka’bah, terowongan mina, lokasi sya’i, lokasi lempar jumrah dan lainnya.

10

Arung Jeram Serayu


Salah satu kota yang jadi tujuan pengunjung untuk melaksanakan rafting atau arung jeram ialah kota banjarnega. Di kota itu ada sungai yang amat sesuai untuk dijadikan sebagai olah raga rafting. Sungai yang dimaksud ialah sungai serayu. Sungai ini terdapat di kabupaten wonosobo sampai banjarnegara propinsi jawa tengah. Bila pergi dari yogyakarta, waktu yang diperlukan untuk menempuh tempat wisata arung jeram di Banjarnegara ini kurang lebih kurang lebih 4 jam perjalanan. Perjalanan selama 4 jam itu penumpang disuguhi atas pemandangan yang begitu bagus di sekitar lereng gunung dengan kesejukan juga pemandangan alam yang benar luar biasa.
Ketika melaksanakan rafting di sungai serayu persisnya di banjarnegara ini kamu akan memperoleh beragam sarana penunjang untuk melaksanakan aksi pengarungan kamu. Kamu akan memperoleh welcome drink, air mineral, makanan kecil, refreshmen kelapa muda saat rafting, makan, pengangkutan lokal, serta equipment standar internasional seperti life jacket, dayung, helm, skipper, team recue, medical kit, dan guide.
11

Margoagung taman Jagung


Wisata serayu park banjarnegara jawa tengah ialah salah satu tempat wisata yang terletak di desa seruling mas, kabupaten banjarnegara, daerah jawa timur, negara indonesia. Wisata serayu park banjarnegara jawa tengah ialah tempat wisata baru di banjarnegara yang banyak pengunjung pada hari biasa ataupun hari liburan. Tempat ini amat bagus dan dapat memberi sensasi yang berbeda dengan aktivitas anda sehari hari.
Wisata Banjarnegara Serayu Park berlokasikan di jalan selamanik, 350 meter dari komplek wisata seruan eling banyumas (serulingmas). Sebagai taman wisata air, serayu park menyajikan beragam sarana tambahan dan komplit untuk pengunjung seperti omah alam resort, bumbu alam resto & coffee kafe, waterboom dan family karaoke yang dibangun dalam 1 kawasan.
12

Candi Arjuna Banjarnegara


Dataran tinggi dieng memiliki area candi yang amat luas. Diperkirakan, candi-candi yang ada di area ini menempati area seluas 90 hektare. Hanya saja, baru beberapa kecil dari candi-candi itu telah rampung direstorasi. Dari sekian banyak candi yang ada dataran tinggi dieng, kompleks Candi Arjuna adalah yang terluas. Wisata Banjarnegara Candi Arjuna Ada di desa dieng kulon, kecamatan batur, kabupaten banjarnegara. Kompleks Candi Arjuna memiliki luas sekitar 1 hektare. Di kompleks ini, ada lima bangunan candi, adalah candi arjuna, candi semar, candi srikandi, candi Puntadewa, serta candi sembadra. Tidak cuma candi semar, keempat candi lainnya adalah candi penting yang dipakai menjadi lokasi beribadah. 
Candi arjuna, menjadi candi penting di kompleks ini juga diperkirakan menjadi candi tertua, diperkirakan dibangun pada abad 8 masehi oleh wangsa sanjaya dari mataram kuno. Kompleks candi arjuna lazim dipakai menjadi lokasi pelaksanaan galungan.Tidak cuma itu, kompleks ini terkadang pun dipakai menjadi lokasi pelaksanaan ruwatan anak gimbal. Anak Gimbal merupakan suatu fenimena yang unik di Dataran Tinggi Dieng. Disana ada beberapa anak yang secara ajaib memiliki rambut Gimbal.Anak dengan rambut gimbal ini tidak dapat langsung dipotong. Biasanya anak ini dilakukan ruwatan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemotongan rambut gimbalnya itu. 
Harga Tiket masuk ke kompleks candi ini sebesar rp 10. 000. Dengan karcis itu, pengunjung bisa mengunjungi kompleks candi arjuna, sendang sedayu, sedang maerokoco, dharmasala, bersama kawah sikidang.

Demikian tadi adalah 12 tempat wisata di banjarnegara dan sekitarnya yang menjadi favorite pengunjung saat liburan tiba.


BACA JUGA:



inilah 12 Tempat Wisata di Banjarnegara Jawa Tengah yang Paling indah

Read More

Copyright © 2017 Visit Indonesia | Distributed By Kangkomar.net | Designed By Kangkomar.net
Scroll To Top